Kucing Terus Menggaruk Kulit? Mungkin Terkena Scabies Pada Kucing

Scabies pada kucing, atau bisa kita sebut juga dengan kudis kucing. Mendengar kata kudis saja sudah membuat bulu kuduk kita merinding karena merasa jijik. Bagi yang sedang mengalami masalah ini pada kucingnya, semoga mendapatkan pengobatan yang tepat dan jauhkan dulu dari kucing lain agar yang lain tidak tertular dan tentu saja semoga kucingnya cepat sembuh.

Scabies atau kudis ini disebabkan oleg tungau kecil yang bernama Notoedres cati. Tungau ini mirip dengan tungau sarcoptic yang menyebabkan scabies pada anjing. Keduanya memiliki siklus hidup yang hampir sama satu sama lain sehingga kita sebagai pemilik kucing harus menyadari betul bahaya yang ditimbulkan tungau tersebut. Jika tidak segera memperoleh perawatan yang baik, kucing bisa sangat menderita karena mengalami gatal-gatal parah yang disertai kerontokan rambut di kepala dan leher.

gambar scabies pada kucing

Apa itu Penyakit Scabies?

Scabies pada kucing disebabkan oleh tungau Notoedres cati yang awalnya tumbuh dipermukaan kulit kucing. Tungau ini akan menghabiskan seluruh hidupnya di kucing kita. Pada awalnya tungau betina akan membuat liang didalam kulit kucing untuk bertelur dengan terus menggali hingga beberapa centimeter. Kemudian kucing betina tersebut akan mati setelah dia telah membuat deposio telur.

Dalam 3 hingga 8 hari telur tersebut akan menetaskan larva yang memiliki 6 kaki. Larva dewasa kemudian akan menjadi nimfa yang memiliki 8 kaki dan akan bertambah dewasa didalam liang kulit kucing. Nimfa akan berkembangbiak lagi setelah dewasa. Proses siklus hidup tungau tersebut biasanya membutuhkan waktu 2 hingga 3 minggu.

Kucing yang Beresiko Mengalami Scabies

Notoedres cati adalah tungau yang dapat menginfeksi kucing dari segala usia, ras maupun warna. Baik kucing jantan maupun betina memiliki resiko yang sama. Scabies juga terjadi pada anak kucing/kitten. Selain kucing, tungau juga beresiko untuk hewan lain seperti anjing dan kelinci.

Kucing outdoor ditengarai memiliki resiko yang lebih besar mengalami scabies daripada kucing indoor. Hal ini karena scabies bisa saja diperoleh saat kucing bermain ditempat yang tidak bersih atau dia bermain dengan kucing lain yang mengalami scabies. Contoh kucing outdoor yang beresiko memilikinya adalah kucing maine coon.

Artikel terkait : Kucing maine coon yang besar dan kuat.

Penyakit scabies adalah penyakit yang menular, baik bisa menular ke sesama kucing ataupun menular dari kucing ke manusia. Oleh karena itu, segera lakukan tindakan jika mengetahui kucing memiliki gejala penyakit scabies.

Gejala Scabies Pada Kucing

Gejala awal kucing terkena scabies bisa dimulai dari kondisi rambut yang mulai rontok dengan disertai gatal-gatal pada telinga. Kucing yang tidak tahan terhadap gatal pada bagian telinga akan memulai menggaruk tunau tersebut sehingga bisa menyebar ke wajah, kelopak mata dan leher dengan cepat. Tungau tersebut juga dapat menyebar dengan mudah ke bagian kaki atau perut bagian bawah.

Pada beberapa kasus, scabies menyebabkan kulit kucing menebal, keriput dan ditutupi dengan remah yang berwarna keabu-abuan/kucing. Kebiassan menggaruk karena tidak tahan dengan rasa gatal membuat iritasi pada kulit sehingga menyebabkan infeksi sekunder. Bila pada sekitaran getah bening membesar maka kondisinya bisa dikatakan mulai memburuk.

Penyebab Scabies Pada Kucing

Semua penyebab yang menyebabkan scabies bermuara pada tungau/kutu yang disebut notoedres cati. Tungau membuat kulit kucing benar-benar sebagai taman bermain pribadi, dimana dia akan menggali kulit kucing dan menciptakan terowongan. Setelah itu dia akan bertelur. Setelah mereka sudah dewasa, mereka akan keluar ke permukaan.

Aktivitas menggali kulit dan bertelut di dalam kulit kucing tersebut menyebabkan sensasi gatal dan lesi dimana semakin kucing kita menggaruknya maka semakin buruk akibat yang dihasilkannya. Itulah sebabnya Anda sebagai pemilik kucing mengetahui cara mendiagnosa penyakit scabies ini.

Cara Mendiagnosa Scabies

Kucing yang mulai merasa gatal pada bagian telinga patut dicurigai mengalami kudis. Jika dia mulai menggaruk-garuk pada bagian tubuh yang mulai terlihat berbintik dan berwarna memar keabu-abuan maka segera periksakan kucing Anda.

Jangan telalu lama menunggu jika mencurigai gejala kudis pada kucing. Segera mencari bantuan dari dokter hewan yang berpengalaman akan menyelamatkan kucing Anda. Dokter hewan akan melakukan serangkaian pemeriksaan untuk memastikan bahwa penyakit tersebut tidak terkait dengan penyakit lain selain kudis pada kucing.

Cara Mengobati Scabies Pada Kucing

Pada anjing, tungau Notoedres dapat dibasmi dengan mudah dengan obat kudis pada anjing. Pada dasarnya tungau pada kucing juga dapat dibasmi dengan produk yang sama namun sebagian besar dari obat kudis anjing tidak aman untuk digunakan pada kucing.

Kucing lebih sensitif pada beberapa insektisida yang biasa digunakan pada anjing. Pengobatan yang dianjurkan untuk mengobati scabies pada kucing saat ini adalah menggunakan shampo lembut atau kapur sulfur dip 2 hingga 3% (lymdip) untuk diterapkan pada seluruh bulu kucing. Beberapa kucing mungkin memerlukan obat penenang saat dilakukan pengobatan dengan shampo atau cairan sulfur sehingga lebih baik meminta bantuan dokter hewan untuk mengobatinya dibandingkan melakukan sendiri.

Beberapa dokter hewan mungkin dapat menggunakan dip amitraz, ivermectin dan selamectin untuk mengobati kudis pada kucing. Sebaiknya Anda tidak menggunakan obat tersebut tanpa resep atau arahan dari dokter hewan yang berpengalaman. Jika salah satu kucing terkena scabies, sebaiknya pengobatan dilakukan kepada semua kucing di rumah Anda agar lebih efektif.

Mencegah Scabies Pada Kucing

Sebagai pemilik kucing, kita bisa melakukan pencegahan agar tidak terjadi kudis pada kucing kita. Kata pepatah, mencegah lebih baik dibandingkan mengobati. Itu sebabnya penting bagi Anda mengetahui cara mencegah penyakit scabies ini.

Pencegahan yang paling baik dilakukan dengan mencegah kucing kita berkontak langsung dengan kucing liar atau kucing yang terinfeksi dengan scabies. Kucing indoor pun juga beresiko memiliki scabies, sehingga hindari penitipan atau grommer kucing yang tidak menyediakan sanitasi yang baik. Anda juga dapat mencegah kucing lain terinfeksi dengan mengisolasi kucing yang sedang dalam proses pengobatan scabies. Bersihkan kucing dengan cara memandikan kucing agar terhindar dari tungau. Untuk memandikan kucing dengan benar, bisa ikuti pembahasan cara memandikan kucing dengan benar.

Add Comment