Gejala, Penyebab dan Obat Jamur Pada Kucing

Pernah mengalami penyakit jamur pada kucing? Jamur yang terjadi pada kucing disebut dengan ringworm. Ini bukanlah penyakit kucing yang disebabkan oleh cacing, meskipun nama penyakitnya ringworm. Penyakit yang dalam dunia medis disebut dengan dermatofitosis adalah penyakit kucing yang mudah menular dari satu kucing ke kucing lainnya. Tidak jarang kucing mengalami masalah ini, sehingga satwapedia ingin membahas lebih jauh mengenai apa itu ringworm, bagaimana penularannya dan bagaimana mencegahnya.

Di masyarakat kita sudah tidak asing dengan istilah kurap. Dermatofitosis bisa dikatakan adalah penyakit kurap pada kucing. Penyakit ini disebabkan oleh adanya jamur yang menginfeksi kulit, rambut dan kuku. Jika tidak ditangani dengan benar, kucing yang terinfeksi jamur ini akan merasakan rasa gatal yang luar biasa hingga menyebabkan bulu kucing rontok. Selain itu infeksi pada tingkat lanjut akan menyebabkan ruam merah yang sangat gatal bagi kucing. Penyebaran infeksi ini juga bisa sangat cepat bila kucing selalu menggaruk bagian yang gatal. Jamur kucing inipun bisa menular dari hewan ke manusia, jadi kita perlu hati-hati dalam penangannya.

penyakit jamur pada kucing

Penyakit jamur pada kucing

Apa itu Dermatofitosis/Jamur pada Kucing?

Ringworm atau kurap adalah infeksi hamur pada lapisan supersial kulit, rambut dan kuku. Selain menyerang hewan peliharaan seperti kucing, kurap juga dapat menyerang manusia. Organisme yang menyebabkan infeksi kurap pada kucing ini dikenal sebagai dermatofit sehingga nama medis untuk penyakit jamur pada kucing ini adalah dermatofitosis.

Sedangkan nama ringworm sendiri berasal dari bentuk infeksi yang ditimbulkan penyakit ini. Infeksi ini akan menyebabkan adanya lingkaran berwarna merah yang mirip dengan cincin yang menandai batas peradangan. Bentuknya yang seperti cincin dan cacing membuatnya disebut dengan ringworm. Jadi bukan karena disebabkan oleh cacing tertentu tapi hanya karena bentuknya seperti lingkaran cacing saja. Perlu Anda ketahui juga bahwa tidak semua infeksi berbentuk lingkaran seperti cincin.

Penyebab Jamur pada Kucing

Penyakit jamur yang terjadi pada kucing disebabkan oleh beberapa spesies dermatofit yang spesifik. Ini artinya spesies tersebut hanya menginfeksi satu spesies saja, sedangkan spesies yang lain menyebar diantara spesies yang berbeda pada hewan atau dari penyebaran hewan ke manusia.

Spesies yang bertanggung jawab untuk hampit semua infeksi dermatofitosis pada kucing adalah Microsporum canis. Infeksi kurap lainnya yang juga dapat terjadi pada kucing disebabkan oleh spesies Trichophyton mentagrophytes. Kedua jenis spesies tersebut merupakan zoonosis yang juga dapat menginfeksi manusia jika kita tidak berhati-hati.

Penularan jamur pada kucing dapat terjadi melalui kontak langsung atau melalui benda-benda yang terkontaminasi. Itulah sebabnya kita perlu melakukan karantina terhadap kucing yang terkena jamur agar tidak menulari kucing lainnya. Kita juga perlu memberikan penanganan yang serius terhadap benda yang terkontaminasi.

Spora jamur akan tetap aktif selama berbulan-bulan di benda-benda seperi sisir, sikat, tempat tidur dan karpet. Mereka bahkan bisa bertahan hingga 18 bulan di lingkungan seperti itu. Untuk menghindari kontaminasi tersebut kita bisa menggunakan campuran larutan pemutih klorin dan air dengan perbandingan 1:10 hingga 1:100.

Ciri-ciri/Gejala Penyakit Jamur pada Kucing

Gejala umum penyakit jamur pada kucing adalah adanya lesi kulit/ruam berwarna merah yang muncul di kepala, telinga, ekor dan lengan depan. Gejala awalnya akan berbentk lesi bulat kecil, kemudian mulai bersisik dibagian tengah. Lesi tersebut akan terus tumbuh dan mungkin menyebabkan rasa gatal pada bagian kulit.

Kurap pada kucing tersebut juga dapat menyebabkan kebotakan karena bulunya yang rontok. Dalam beberapa kasus, infeksi hanya terjadi pada beberapa bagian tubuh saja namun tidak menutup kemungkinan ada kucing yang mengalaminya diseluruh tubuh. Ciri-ciri jamur kucing juga dapat diketahui dari perilaku kucing yang selalu menggaruk bagian telinga atau kerusakan pada kuku. Dermatofitosis juga dapat memicu hairballs pada kucing.

Bagaimana Mengobati Jamur pada Kucing

Mengobati jamur yang terjadi pada kucing tidak hanya untuk menyelamatkan kucing kita, namun juga berfungsi untuk meminimalkan resiko penyebaran infeksi ke manusia, terutama penularan yang terjadi pada anak-anak. Pengobatan ini sangat berguna untuk mengusir spesies dermatofit untuk jangka waktu tiga hingga lima bulan.

Pengobatan yang paling umum dilakukan untuk mengobati kurap pada kucing yaitu menggunakan kolaborasi antara terapi topikal (seperti penggunaan krim, salep atau shampho) dengan terapi oral sistemik(menggunakan obat anti-jamur yang diberikan melalui mulut). Berikut ini bentuk obat jamur cacing yang bisa kita gunakan:

Terapi topikal

Terapi topikal adalah jenis pengobatan jamur pada kucing yang dilakukan pada bagian luar. Biasanya terapi topikal perlu dilakukan dengan kombinasi obat jamur cacing yang diberikan lewat mulut. Terapi topikal dapat dilakukan menggunakan krim/salep yang diterapkan pada bagian kulit yang terkena jamur. Mungkin kita perlu mencukur beberapa bagian rambut agar efek salep tersebut lebih bagus.

Kita juga bisa menggunakan obat jamur kucing yang berbentuk shampo. Biasanya kita bisa menggunakan shampo ini dua kali dalam seminggu. Penting untuk diketahui bahwa pengobatan topikal ini memerlukan waktu beberapa minggu atau bahkan hingga berbulan-bulan. Setelah melakukan terapi topikal jangan lupa untuk mencuci tangan agar tidak terkontaminasi.

Terapi oral sistemik

Dalam beberapa kasus dermatotifosis, terapi topikal saja tidak cukup. Kucing kadang memerlukan obat jamur kucing yang dikonsumsi melalui mulut. Obat yang paling sering digunakan untuk pengobatan jamur pada kucing adalah griseofulvin ataupun obat-obatan seperti itrakonazol atau terbinafine (Lamasil) yang banyak direkomendasikan karena memiliki efek samping yang lebih sedikit.

Respon obat mungkin akan cepat namun bisa juga sangat lambat tergantung kondisi kucing kita. Biasanya kita perlu memberikan obat selama minimal enam minggu agar jamur tidak kembali dengan cepat. Jika Anda memiliki beberapa hewan peliharaan dirumah, sebaiknya Anda melakukan karantina untuk hewan yang terkena jamur kucing.

Pembersihan lingkungan

Bulu kucing yang terinfeksi mungkin saja mengandung jamur miroskopis yang dapat menempel pada beberapa benda di rumah. Untuk mengurangi resiko penyebaran jamur pada hewan peliharaan ke manusia, kita perlu membersihkan benda-benda yang mungkin terkontaminasi seperi bantal, sofa ataupun karpet dimana kucing Anda sering bermain.

Kita juga perlu mengepel lantai dengan menggunakan pembersih elektorstatik sehingga dapat menghilangkan spora jamur yang mengkontaminasi lantai atau furnitur. Selain menggunakan pembersih elektorstatik kita bisa menggunakan pemutih yang diencerkan menggunakan air dengan perbandingan 1:10 hingga 1:100. Pembersihan lingkungan pada rumah yang memiliki lebih dari satu hewan mungkin akan sangat melelahkan dan memerlukan dana yang tidak sedikit.

Mencegah Jamur pada Kucing Kembali

Penyakit lama datang kembali, itu sangat mungkin. Begitu juga dengan jamur pada kucing yang bisa saja datang kembali setelah melalui proses pengobatan yang cukup lama. Ada beberapa langkah yang bisa dilakukan agar jamur kucing tidak kembali lagi menyerang kucing kesayangan kita. Berikut ini langkah-langkah pencegahan yang bisa kita lakukan:

  • Rutin memandikan semua hewan peliharaan paling tidak dua minggu sekali menggunakan shampo
  • Selalu mencuci selimut dan mainan hewan yang terlihat kotor
  • Jauhkan beberapa benda yang terlihat kotor dan sulit untuk dibersihkan
  • Rajin membersihkan rumah dari rambut atau bekas sel-sel kulit hewan yang tercecer di lantai menggunakan vacuum cleaner. Jangan sampai jamur pada kucing kembali lagi karena hal sepele.

Add Comment