Panduan Cara Memelihara Ikan Discus Secara Profesional

Halo sobat satwapedia, pada kesempatan ini saya mau berbagi mengenai cara memelihara ikan discus yang baik dan benar. Kalo kalian ingin benar-benar serius dalam memelihara ikan discus maka tidak mustahil kalo usaha ini bisa sangat menjanjikan suatu hari nanti. Teknik pemeliharaan yang benar diharapkan dapat meningkatkan keindahan maupun keuntungan tersendiri terutama bagi para pengusaha budidaya ikan discus. Saat ini ikan discus memang dikenal sebagai salah satu ikan hias air tawar yang sangat digemari oleh masyakarat Indonesia.

Meskipun bukan berasal dari Indonesia, ikan ini dapat beradaptasi dengan baik dengan iklim di Indonesia. FYI ya temen-temen, habitat asli ikan ini adalah di sungai Amazon, yang mana termasuk daerah tropis seperti Indonesia. Untuk profil ikan discus sendiri pernah saya ulas di artikel yang berjudul profil lengkap ikan discus sebagai ikan hias tawar. Kalau ingin mengetahui semua jenis ikan discus, pembahasan tersebut juga pernah saya tulis di artikel yang berjudul jenis ikan discus, dari wild strain hingga hybrid form. Pembahasan pada kedua artikel tersebut sangat saya sarankan bagi kalian yang baru pertama kali mau pelihara ikan discus ini

Cara Memelihara Ikan Discus Secara Profesional

Sejujurnya saya tidak menyarankan pemula untuk memilihara ikan discus. Hal ini karena memang perawatannya lebih sulit dibandingkan dengan jenis ikan hias air tawar lainnya. Selain perawatan ekstra, pemilik juga harus menyiapkan dana yang cukup untuk memenuhi persyaratan ruang akuarium yang memang butuh yang lebih gede dengan suplai air jernih yang stabil.

cara memelihara ikan discus aquarium

Selain dana, sarana dan prasarana, kita juga dituntut untuk tetap sabar dan telaten dalam perawatan setiap harinya. Memelihara ikan discus itu tidak hanya ribet, tapi sulit dan mungkin akan muncul banyak masalah-masalah dalam masa perawatan. Untuk itulah satwapedia membuat panduan cara memelihara ikan discus agar bisa menjadi pedoman yang mendasari bagaimana pemilik bisa merawat ikan discus secara efisien dan maksimal. Adapun beberapa cara memelihara ikan discus meliputi:

Akuarium

Akuarium merupakan sarana yang perlu disiapkan pertama kali. Berhubung discus adalah ikan hias, maka sebaiknya gunakan aquarium yang baik dan bisa dinikmati dari beberapa sudut ruangan. Sebenarnya tidak ada aturan mutlak aquariumnya harus begini-begitu, namun untuk menonjolkan keindahan ikan discus dalam ruangan kita dibutuhkan aquarium yang bersih dan baik. Ada beberapa pertimbangan saat menyediakan akuarium untuk ikan discus, diantaranya akuarium berdasarkan tujuan memelihara, akuarium berdasarkan densitas ikan dalam akuarium dan letak akuarium. Penjelasannya sebagai berikut:

  • Tujuan Memelihara Ikan Discus

    Biasanya pebisnis ikan discus jarang menggunakan akuarium dengan kapasitas lebih dari 200 liter, namun tidak bagi hobiis. Hobiies justru senang menggunakan akuarium dengan kapasitas 800 – 1000 liter dengan dilengkapi bermacam hiasan. Untuk tujuan pemijahan, bisa mengunakan akuarium ukuran 50 x 50 x 50 cm yang biasanya berkapasitas 80 – 800 liter. Ukuran tersebut sudah cukup untuk menampung indukan jantan dan betina beserta ratusan anaknya. Jenis akuarium ini juga bisa digunakan untuk proses pembesaran beruyak, karena beruyak discus hingga berumur 3 minggu belum memerlukan tempat yang teralu besar. Jika discus ukurannya sudah mencapai 1 inci atau lebih, kita bisa melakukan pemindahan ke akuarium yang berukuran 100 x 50 x 50 yang biasanya berkapasitas 200 liter. Dalam satu akuarium berukuran tersebut dapat menampung 60 – 100 ekor discus, bila anakan sudah berukuran 2 inci maka akuarium tesebut hanya mampu menampung sebanyak 30 – 50 ekor anakan discus.

cara memelihara ikan discus

  • Densitas Ikan Discus

    Hal kedua yang perlu kita pikirkan adalah tingkat densitas ikan discus dalam akuarium. Memilihara discus dalam densitas tinggi di kolam yang kecil pasti akan mendatangkan masalah tersendiri. Masalah tersebut bisa meliputi tingkat polusi air, kadar oksigen dalam air hingga pertumbuhan discus yang menjadi lebih lambat. Memelihara discus dalam densitas yang kecil juga bisa mendatangkan masalah. Hal ini karena ikan discus termasuk jenis ikan komunal, dimana dia akan stress jika komunitas dalam satu akuariumnya terlalu sedikit.

  • Letak Akuarium

    Hal ketiga yang perlu kita perhatikan adalah letak akuarium. Menempatkan akuarium discus yang langsung terpapar sinar matahari akan memicu tumbuhnya lumut / algae. Menempatkan akuarium di tempat sepi yang jarang dilewati juga percuma karena keindahan discus jadi tidak bisa dinikmati setiap mata. Menempatkan di teras / tempat terbuka juga dapat mempengaruhi temperatur air. Itulah menapa pedoman penempatan akuarium discus menjadi penting disini. Peletakkan akuraium yang baik adalah yang mempertimbangankan beberapa hal diatas. Sebaiknya ditempatkan di tempat yang sejuk namun masih bisa dinikmati keindahannya dan sebaiknya hindari penempatan ditempat terbuka yang terpapar sinar matahari secara langsung.

Sistem Fitrasi

Sistem filtasi dirancang dan digunakan untuk mejaga agar kualitas air tetap jernih dan memiliki kualitas yang aman bagi ikan. Sistem filtasi ini bisa berbeda-beda tergantung dari tujuan pemeliharaan ikan discus itu sendiri. Ada 3 jenis sistem filtasi yang bisa digunakan untuk akuarium ikan discus, yaitu:

  • Fiter Mekanis

    Fiter mekanis berkerja secara menkanis dan bertujuan untuk menyaring dan menangkap kotoran yang mengalir melalui media filter. Sebenarnya pada praktiknya, hampir seluruh jenis filter lainpun menggunakan komponen mekanis.

  • Filter Kimiawi

    Tujuan utama penggunaan filter kimiawi adalah untuk menjaga ataupun mengubah kualitas kimiawi air sesuai dengan standar yang kita inginkan. Hal tersebut dilakukan melalui serangkaian reaksi kimiawi, misalnya saja filter karbonat aktif ataupun filter resin yang berfungsi untuk menyerap unsur kimia seperti klor, ferum, kalsium, atau magnesium yang memang tidak diharapkan keberadaanya di dalam air akuarium. Filter kimiawi ini pada penggunaanya lebih berperan pad awal pengolahan air sebelum digunakan.

  • Filter Biologis

    Filter biologis menggunakan media mikroba seperti bakteri yang nantinya akan mengurai atau mengubah senyawa-senyawa berbahaya menjadi bentuk lain yang aman bagi ikan discus. Berbeda dengan filter kimiawi, filter biologis tidak mengubah senyawa menggunakan unsur kimiawi, tetapi menggunakan tahapan aktivitas metabolisme mikrobia yang bersangkutan. Misalnya bakteri Nitrosomonas yang ditempatkan pada filter akan mengubah amonia menjadi nitrit, contoh lain adalah bakteri nitrobacter akan mengubah nitrit menjadi nitrat.

Kondisi Air

Sebagai pemilik ikan discus yang profesional, kita sangat perlu memperhatikan kualitas air dalam akuarium. Hal-hal yang perlu kita perhatikan diantaranya temperatur, derajat keasaman, derajat kekerasan air dan kadar oksigen terlarut. Untuk lebih jelasnya berikut ini satwapedia jabarkan kondisi air yang ideal bagi ikan discus:

  • Temperatur Air

    Dalam habitat aslinya ikan discus hidup di daerah hutan tropis dengan temperatur air 27-32 derajat celcius. Untuk menciptakan lingkungan hidup yang kondusif bagi ikan discus kita perlu menyesuaikan temperatur seperti di habitat aslinya. Untungnya Indonesia juga merupakan negara dengan iklim tropis, sehingga temperatur air di Indonesia kurang lebih hampir sama dengan temperatur habitat asli ikan discus. Untuk daerah Indonesia yang berada di dataran tinggi mungkin diperlukan heater untuk menjaga temperatur air. Heater tersebut biasanya dapat diperoleh toko ikan hias.

cara budidaya ikan discus

  • Kondisi pH dan dH Air

    pH adalah derajat keasaman sedangkan dH adalah derajat kekerasan air. Kedua indikator air ini memegang peran penting dalam keseluruhan proses pemeliharaan dan budidaya ikan discus. Di habitat aslinya ikan discus hidup di lingkungan pH yang relatif rendah, yaitu dengan pH 4.0 – 7.0 dengan acuan nilai pH optimal 6.0 – 7.0; dan pada derajat kekerasan air yang lunak dengan kisaran nilai 2 – 4 derajat dH. Kondisi air yang optimal pada nilai kedua faktor ini akan menghasilkan konisi pemeliharaan yang mendukung keberhasilan pembudidayaan.

  • Kandungan Oksigen Terlarut

    Semua makluk hidup pasti membutuhkan oksigen untuk kelangsungan hidupnya, begitu juga dengan ikan discus. Kekurangan oksigen akan mengakibatkan terbakarnya filamen-filamen insang. Jika hal ini berlangsung dalam selang waktu yang lama akan mengakibatkan kondisi yang fatal bagi ikan discus. Selain itu sel-sel pada tubuh yang kekurangan oksigen akan menjadi rusak sehingga membuat tubuh ikan discus menjadi kaku dan aktivitas motoriknya berkurang.

Baca Juga: Profil Ikan Discus

Strategi Pemberian Pakan

Di habitat aslinya, ikan discus merupakan hewan pemakan segalanya. Pakan yang dimakannya sangat bervariasi mulai dari serangga, larva, beberapa jenis cacing, udang, dan buah-buahan yang terjatuh. Cara memelihara ikan discus yang profesional dapat dilakukan dengan menyediakan pakan seperti di habitatnya yang asli, kita perlu menyusun resep makanan yang setidaknya mengandung makanan-makanan yang biasanya dimakan oleh ikan discus di habitat aslinya. Adapun jenis pakan yang bisa diberikan untuk discus dibagi menjadi 2, yaitu pakan alami dan pakan buatan, berikut ini penjelasannya:

Pakan Alami

Dihabitat aslinya ikan discus mendapat pakan alami dari lingkungan sekitarnya, baik berupa jenis-jenis kehidupan renik, cacing, larva serangga, hingga tubuhan air. Indonesia merupakan daerah tropis yang lingkungannya hampir mirip dengan kondisi di Amazon. Ada banyak sungai, danau, telaga, rawa dan bentuk aliran lain merujuk kepada banyaknya sumber pakan alami yang tersedia bagi discus. Beberapa contoh pakan alami yang bisa diberikan untuk discus antara lain:

  • Infusoria dan Rotifera

    Infusoria dan Rotifera merupakan jenis mikroorganisme yang sering digunakan sebagai pakan untuk beruyak ikan. Walaupun mungkin agak asing bagi teman-teman, namun beberapa peternak masih menggunakannnya untuk diberikan pada ikan discus. Mikroorganisme ini dapat dihasilkan dengan menggunakan rendaman air jerami atau pupuk kandang, karena kedua mikroorganisme tersebut sangat menyenangi perairan yang sedang mengalami proses pembusukan. Kita bisa mengamatinya kedua jenis mikroorganisme tersebut dengan mata telanjang sebagai bintik-bintik putih halus yang bergerak di permukaan air.

  • Kutu air

    Kutu air termasuk dalam jenis udang-udangan renik yang masih premitif. Jenis yang paling terkenal dalan Moina yang berukuran 500 – 1000 mikron dan Daphmia yang berukuran 1000 – 5000 mikron. Kutu air juga menyenangi habitat perairan yang sedang mengalami proses pembusukan yang hebat, sehingga sering kali ketiganya dijumpai dihabitat yang sama dengan infusoria dan rotifera.

  • Artemia

    Artemia dikenal juga dengan sebutan brine shrimp yang juga termasuk ke dalam kelas udang-udangan premitif. Mereka hidup secara plaktonik di perairan yang berkadar garam cukup tinggi. Artemia yang berasa pada fase kehidupan awal atau fase naupli sangat cocok sebagai pakan burayak ikan discus. Artemia juga sering manjadi pilihan pakan utama budidaya ikan discus walaupun harganya relatif lebih mahal dibandingkan pakan alami lainnya. Hal ini karena artemia merupakan pakan yang steril dan bebas dari bibit penyakit. Selain itu kandungan nutrisinya juga tinggi, berupa 50% protein dan 25% lemak.

  • Cacing Tubifex

    Cacing tubifex sering juga disebut dengan cacing sutera dan sering ditanggapi secara kontroversial karena dianggap sebagai penyebab kegagalan memelihara budidaya ikan discus. Hal ini disebabkan cacing tubifex yang dipanen dari tempat-tempat kotor hampir dipastikan membawa bibit-bibit penyakit dan mengandung senyawa berbahaya seperti logam berat. Padahal cacing tubifex yang steril bisa dijadikan jenis pakan yang kaya akan berbagai mineral, lemak dan protein.

  • Bloodworm

    Sebenarnya bloodworm bukan merupakan cacing, namun karena banyak yang salah mengartikan jadi sering disebut dengan cacing darah. Bloodworm merupakan larva dari lalat chironomus, yang memiliki kebiasaan bertelur di perairan yang berkadar nitrat tinggi atau sedang mengalami pembusukan yang hebat. Bloodworm kaya akan protein jadi tidak heran kalau banyak pembudidaya yang menggunakannya untuk dijadikan sebagai pakan ikan discus.

  • Jentik Nyamuk

    Dikenal sebagai sumber makanan yang kaya akan protein dan sangat baik untuk diberikan bagi pasangan ikan discus. Tentu saja dengan pengawasan yang perlu dicermati. Jentik nyamuk sebaiknya hanya diberikan dalam satu takaran yang habis untuk sekali makan, karena jika diberikan secara berlebihan dapat menyebabkan gangguan pencernaan bagi ikan discus.

  • Telur Udang

    Penggunaan telur udang ini pertama kali dipelopori oleh peternak ikan di Thailand. Ditiru oleh peternak di Indonesia sejak 1986 hingga sekarang. Jenis yang sering dipakai adalah telur udang galah dan lobster. Telur udang diberikan ke ikan discus dalam bentuk beku namun masih segar dan berwarna cerah. Penggunaan telur udang juga dikaitkan dengan kemampuannya untuk memicu ikan discus untuk memiliki warna oranye-merah yang memiliki harga jual lebih tinggi. Hal ini karena telur udang mengandung pigmen-pigmen seperti astazanthun, cataxzbthin, lutein dan karoten yang dapat berfungsi sebagai pembangkit warna alami.

Baca Juga: Jenis Ikan Discus

foto ikan discus

Pakan Buatan

Alasan menggunakan pakan buatan adalah selain untuk menjaga ke-higienis-an. Pakan buatan juga digunakan untuk menjaga intensitas pemberian pakan yang berkaitan dengan ketersediaan pakan alami. Selain itu faktor fleksibilitas karena kita bisa menentukan kandungan nutrisinya sendiri menjadi salah satu alasan kenapa banyak peternak ikan diskus yang memilih untuk menggunakan pakan buatan. Adapun jenis pakan buatan diantaranya:

  • Pakan Komersial

    Pakan komersial adalah jenis pakan buatan yang memang dirancang sebagai peluang bisnis baru dalam budidaya ikan discus. Dengan kemajuan teknologi industri seperti sekarang, menghasilkan pakan buatan bukanlah masalah yang tidak bisa diselesaikan. Kita bisa membeli jenis pakan komersial ini di toko ikan hias ataupun tempat-tempat yang menjual pakan ikan.

  • Burger discus

    Seperti yang kita ketahui bahwa makanan yang bagus untuk diskus adalah makanan yang banyak mengandung protein, sedikit lemak, sedikit karbohidrat, sedikit serat, vitamin dan mineral. Burger discus ini pada awalnya dikembangkan oleh pakar-pakar discus di dunia kemudian diadopsi oleh peternak discus lokal. Burger discus ini merupakan hasil olahan berbagai macam bahan makanan dengan komposisi nutrisi yang tepat. Bahan pembuatan burger discus meliputi jantung sapi, daging ikan, udang, kerang laut, daging kepiting atau ranjungan. Kemudian ditambahkan dengan sumber karbohidrat yang terdapat pada wortel, bayam, tauge dan tepung gandum.

Demikian lah langkah-langkah cara memelihara ikan discus secara profesional. Hal terkecilpun kita perhatikan agar budidaya ikan discus ini berhasil. Semoga bermanfaat dan sukses terus sama budidayanya. Semoga menjadi pembudidaya yang peduli dan telaten. Jangan lupa untuk bergabung dengan teman-teman lain di halaman satwapedia.com.

Add Comment