Merancang Filter Kolam Koi Agar Air Kolam Tidak Keruh

Salah satu kunci sukses peternak koi adalah menciptakan lingkungan yang bersih terutama pada bagian kolam dan airnya. Kondisi kolam koi sangat mempengaruhi kehidupan koi. Koi yang memiliki kolam dengan air jernih akan lebih leluasa berenang dan bebas stress, sedangkan yang memiliki air keruh akan sebaliknya. Ada berbagai teknik perawatan yang bisa dilakukan oleh peternak koi, salah satunya menggunakan filter kolam koi.

Air adalah suatu zat yang sulit untuk dijaga. Air yang semula jernih pun kadang dengan cepat akan menjadi keruh jika ada benda yang masuk. Disinilah fungsi dari filter kolam, filter kolam koi dapat dimaksimalkan untuk menghasilkan air yang jernih seperti kristal dan bebas dari polutan kimia. Ada beberapa cara yang bisa digunakan untuk menghadirkan filter kolam untuk koi Anda. Cara praktis adalah dengan membeli langsung di toko atau dengan membuat sendiri. Membuat sendiri filter kolam ikan tidak sulit jika Anda tahu teknik filterisasi dan elemen penting untuk menciptakan filter kolam yang baik.

Baca juga : 10 Jenis koi terbaik untuk dipelihara di kolam

filter kolam koi

filter kolam koi

Jenis Filter Kolam Koi Yang Baik

Bagi Anda yang tertarik untuk membuat filter kolam sendiri. Alangkah baiknya memperhatikan teknik filtrasi dan komponen yang diperlukan untuk membuat sistem penyaringan yang sempurna. Menurut beberapa referensi yang saya baca, setidaknya ada 3 jenis teknik filtrasi, yaitu filtrasi biologis, filtrasi mekanis dan filtrasi kimia. Untuk lebih jelasnya saya berikan penjelasan lebih lengkap dibawah ini:

1. Filtrasi Biologis

filtasi biologis

filtasi biologis

Teknik ini diklaim merupakan teknik penyaringan yang paling aman dan tidak membuat ikan koi kita menjadi stres. Pada dasarnya kita akan memanfaatkan bakteri spesifik dan tanaman air sebagai media filter. Bakteri – bakteri  spesifik tersebut dikenal dengan istilah “Biogical Filter Bactery” yang berfungsi untuk memecah bahan kimia polutan / racun (toxic) dari kotoran ikan maupun sisa makanan. Bakteri-bakteri yang digunakan juga tidak hanya satu sesuai tahapan proses filtrasi air. Pada tahap awal, kita akan menggunakan Nitrosomonas yang merupakan nitrifiying bacteria yang memiliki fungsi memecah amonia dari kotoran menjadi nitrit. Pada tahap selanjutnya kita membutuhkan Nitrobacter untuk mengubah nitrit menjadi nitrat. Nitrat ini pada akhirnya akan diserao sebagai sumber makanan tanaman air. Fungsi tanaman air disini sebagai media penyerap nitrat yang pada dasarnya tidak bisa diolah dengan sempurna oleh bio chamber pada proses nitrifikasi air.

Penempatan tanaman air yang tepat pada sistem filtrasi biologis ini adalah pada chamber terakhir sebelum air bersih masuk ke kolam.Untuk jenis tanaman air yang digunakan sebagai filter kolam koi, Anda bisa menggunakan melati air, tifa, daun kupu-kupu maupun enceng gondok.  Untuk enceng gondok mungkin Anda perlu memikirkan jumlahnya juga soalnya enceng gondok itu sifatnya menyerap oksigen dalam air juga.

2. Teknik Filtrasi Mekanis

filtrasi mekanik

filtrasi mekanik

Untuk filter kolam koi yang menggunakan teknik filtrasi mekanis, Anda perlu membuat sebuah sistem yang mampu mengalirkan air dengan beberapa putaran dan pemanfaatan gaya gravitasi. Pada awalnya Anda harus membuat air mengalir melalui ruang terpisah yang bisa membuang partikel padat dengan memanfaatkan gaya gravitasi. Kemudian bentuk sistem siklon/ unit vortex yang bisa memutar air dan membawa zat padat terperangkap di bagian tengah. Setelah itu siapkan lempengan baffle dan serabut dalam filter Anda, lempengan ini akan memperlambat laju air dan serabut akan berfungsi menyaring air. Contoh beberapa jenis media penyaring air yang dapat digunakan antara lain anyaman serabut, kerikil, pasir, saringan sieve, jap-matt, sikat, dan bahan busa/foam.

3. Teknik Filtrasi Kimia

karbon aktif

karbon aktif

Teknik filtrasi kimia dapat diterapkan dalam membuat filter kolam koi dengan memanfaatkan bahan / material tertentu dalam kolam. Material tersebut nantinya berfungsi untuk menyerap zat-zat berbahaya pada kolam. Anda bisa menggunakan karbon aktif maupun batu ziolite.

Demikian pembahasan mengenai 3 teknik filtrasi yang bisa Anda gunakan untuk membuat sebuah sistem penyaringan / filter kolam koi. Semoga bermanfaat dan membuat peliharaan / usaha budidaya ikan koi Anda lancar dan mendapatkan hasil yang memuaskan. Artikel terkait : Cara merawat ikan koi untuk pemula hingga mahir.

 

Add Comment