Kutu Kucing : Siklus Hidup dan Bahayanya Untuk Kucing

Kutu kucing, hewan kecil yang menjadi musuh utama kucing yang bisa membuat kucing kita menderita. Kutu ini merupakan hewan kecil yang dapat menyebabkan bulu kucing rontok dan scabies pada kucing. Hewan ini sangat agresif dalam menembus kulit kucing kita untuk menyedot darah. Jika tidak segera diatasi kucing bisa terancam nyawanya dan penampilannya bisa jadi jelek karena bulunya pada rontok.

Satwapedia akan membahas secara lengkap mengenai siklus hidup kutu ini. Hal ini agar kita semua tahu bagaimana proses hidup kutu mulai dari telur hingga menjadi serangga yang membahayakan. Jika sudah tahu bagaimana siklus kutu ini, maka kita bisa mengantisipasi keberadaannya jika tahu tanda-tanda keberadaan telur kutu ini.

Penampilan Kutu Kucing

Kutu yang memiliki nama ilmiah Ctenocephalides felis ini memiliki tubuh yang kecil. Tubuhnya yang kecil membuat hewan ini tidak terlihat bila hanya menggunakan mata langsung. Kita baru bisa melihat secara detil tampilan kutu ini bila menggunakan mikroskop atau melalui ruang lingkup pembedahan.

gambar kutu kucing

gambar kutu kucing

Secara umum tampilan kutu ini berwarna coklat tua dan hitam dengan tubuh yang mengeras seperti terkompresi jika dilihat dari sisi ke sisi. Kutu kucing tidak memiliki kemampuan untuk terbang karena tidak memiliki sayap, namun dia memiliki kaki belakang yang sangat kuat untuk melompat dan berpindah dari satu kucing ke kucing yang lainnya. Dia juga memiliki mulut yang sangat kuat sehingga bisa merobek kulit kucing dengan mudah.

Kutu dewasa memiliki duri yang berada di dekat kepala sebagai ciri khususnya yang digunakan oleh para ahli untuk membedakan berbagai jenis spesies kutu. Kutu dewasa memiliki ukuran tubuh sekitar ¼ inci. Jadi bisa dibayangkan betapa kecilnya musuh kucing kesayangan kita inin.

Siklus Hidup Kutu Kucing

Berbicara mengenai siklus hidup, kutu kucing adalah hewan yang mengalami satu tahapan metamorfosis lengkap / sempurna, yaitu : stadium telur, larva, kepompong dan tahap dewasa. Siklus hidup kutu ini bisa berlangsung sekitar 1 hingga 2 ½ bulan, tergantung pada suhu dan kelembaban habitatnya.

Stadium Telur

Telur kutu kucing berbentuk oval dengan ukuran diameter 1/50 inci. Sangat kecil sekali sehingga kita kadang tidak menyadari bahwa terdapat banyak telur kutu yang berada di keset ataupun kandang kucing. Telur yang telah dikeluarkan oleh inangnya akan menetas setidaknya setelah dua hari. Setelah telur menetas maka siklus hidup masuk ke siklus larva.

Larva

Tahap larva berlangsung setelah telur menetas dan siklusnya sekitar 5-15 hari sebelum larva menjadi kepompong. Biasanya pengembangan larva berada di tempat yang terlindungi dengan kondisi gelap dan kelembaban relatif paling sedikit 75 persen dan suhunya 70 sampai 90 ° F. Oleh karena itu, larva biasanya tidak bisa bertahan di alam terbuka atau tempat yang begitu lembab.

Larva kutu kucing tidak mengkonsumsi darah, mereka memakan hampir semua jenis puing organik yang berada di tempat mereka berada. Sumber nutrisi utama mereka adalah kotoran kering (kotoran kutu kering) yang terdiri dari darah kering yang tidak tercerna yang turun dari hewan induk ke daerah di mana larva hidup.

Kepompong

Kepompong merupakan tahapan perlindungan bagi larva kutu kucing yang beranjak dewasa. Larva kutu kucing akan keluar dari kepompong ketika ada getaran dan peningkatan karbondioksida dan panas tubuh. Jika kondisi lingkungan tidak sesuai, maka tahap kepompong ini mungkin akan diperpanjang hingga berbulan-bulan.

Tahap Dewasa

Setelah keluar dari kepompong, kutu kucing telah menjadi kutu dewasa yang sangat berbahaya bagi kucing kita. Kutu keluar dari kepompongnya dengan kondisi kelaparan, dia akan segera mencari darah dalam waktu 24-48 jam setelah keluar dari kepompong. Itulah sebabnya kutu dewasa sangat agresif dalam menembus permukaan kulit kucing kita. Kutu betina dewasa akan terus mencari makanan segar berupa darah untuk menghasilkan sel telur baru, setelah itu telur akan dikeluarkan dari kutu betina dewasa.

Bahaya Kutu Kucing

Meskipun kecil bentuknya, kutu sangat berbahaya bagi kesehatan kulit dan bulu kucing. Kutu dengan jumlah yang banyak akan menggerogoti kulit kucing dan beberapa hewan lainnya karena sifat jangkauan kutu kucing ini lebih luas dari beberapa jenis kucing lainnya.

Scabies Pada Kucing

Scabies atau yang sering disebut dengan istilah kudis merupakan salah satu contoh resiko yang ditimbulkan oleh kutu kucing. Scabies benar-benar membuat kucing kita tidak nyaman, permukaan kulit kucing kita akan berintik dan sangat sensitif sehingga bisa membuatnya mudah terserang penyakit. Pembahasan lebih lanjut bisa kamu temukan di artikel berikut.

Bulu Kucing Rontok

Bulu kucing rontok tidak hanya terjadi karena paparan jamur pada permukaan kulit. Rontoknya bulu kucing juga bisa diakibatkan oleh adanya kutu kucing yang secara aktif menggerogoti permukaan kulit kucing. Jika segera tidak diatasi, kucing bisa kehilangan sebagian besar bulunya sehingga sangat sulit untuk mengukur suhu badan tubuh. Satwapedia pernah membahas mengenai bulu kucing rontok ini di artikel berikut.

Bagaimanapun juga hewan kecil ini sangat berbahaya bagi kucing kita. Jika masih belum paham mengenai siklus hidup kutu kucing ini silahkan berikan unek-uneknya di fanspage satwapedia.

Add Comment