Ciri Fisik Kucing Persia Himalaya

Halo semua, masih mau menambah koleksi kucing dirumah? ininih aku ngebahas mengenai kucing persia himalaya kalau mau menambah koleksi kucing di rumah. Persia Himalaya bukan termasuk jenis ras asli, namun hasil dari mutasi gen yang dilakukan oleh ahli hewan untuk mendapatkan campuran dari kucing persia dan kucing siam. Mungkin kita harus berterimakasih pada para ahli genetika seperti Dr. Keeler dan Cobb yang memulai program mutasi gen tersebut hingga lahirlah perpaduan dari 2 kucing ras yang fenomenal.

Persia Himalaya juga dikenal dengan nama ilmiah Felis catus. Menurut informasi yang saya peroleh dari wikipedia, kucing ini berasal dari Inggris dan Amerika. Saat ini ada dua jenis kucing persia himalaya yang bisa dipilih. Kedua jenis tersebut adalah himalayan ekstrim dan himalayan tradisional. Jenis himalayan ekstrim merupakan kucing yang lucu, sayangnya kucing ini sangat mudah terkena masalah kesehatan karena kondisi hidungnya yang sangat pesek. Himalayan tradisional dikenal juga dengan doll-faced, yang oleh Traditional Cat Association (TCA) lebih direkomendasikan untuk dipelihara dibandingkan dengan himalaya ekstrim.

Ciri Fisik Kucing Persia Himalaya yang Wajib Anda Ketahui

foto kucing persia himalaya

Foto Kucing Persia Himalaya

Secara garis besar kucing himalaya mewarisi sebagian besar bentuk tubuh kucing persia. Mulai dari bentuk tubuh yang besar dan gagah, kemudian wajah yang datar juga menjadi ciri khusus yang dimiliki oleh pewarisnya (baca: kucing persia). Mungkin bagi pecinta kucing yang pemula masih belum bisa membedakan dengan jenis siam atau jenis persia lainnya. Untuk membantu para pemula untuk mengetahui ciri-ciri fisik persia himalaya, berikut ini spesifikasinya:

Postur Tubuh

Kucing himalaya dikenal sebagai kucing yang memiliki tubuh besar dengan tulang yang kuat. Berat tubuh kucing ini berkisar di angka 4 hingga 6 kg.

Bagian Kepala

Kepala kucing himalaya itu bulat dan penuh dengan hidung yang pesek. Bahkan kepesekan himalaya membuatnya dibedakan menjadi 2 jenis yaitu tradisional dan ekstrim. Bagian kepala warnanya putih namun didominasi warna kecoklatan seperti warna kucing siam. Telinganya juga berwarna gelap / colorpoint seperti halnya kucing siam. Ukuran telinga pendek seperti persia. Untuk mata, himalaya memiliki warna mata biru bulat dan agak besar.

Bagian Kaki

Kaki kucing himalaya pendek dengan warna gelap dibandingkan dengan warna tubuhnya. Kaki tersebut dilapisi bulu lebat dan ditompang oleh cakar yang besar dan kuat.

Bulu dan Ekor

Bulu yang dimiliki oleh kucing persia himalaya cukup lebat seperti halnya jenis kucing persia yang lain. Bulu lebat dan mengkilat memang menjadi ciri khas persia, pembedanya terletak pada colorpoint yang sangat sangat dominan pada bagian muka, kaki dan telinga. Sedangkan ekor yang dimiliki oleh himalaya tergolong cukup proporsional jika dibandingkan dengan ukuran tubuhnya.

Umur Kucing Himalaya

Mungkin hampir sama dengan jenis persia lain, kucing himalaya juga mampu bertahan hidup hingga 9 sampai 15 tahun. Bila Anda melakukan perawatan yang maksimal maka kucing ini bisa berumur lebih lama.

Kepribadian Kucing Persia

Kucing ini tergolong kucing yang aktif, bahkan lebih aktif dibandingkan dengan persia yang lainnya namun masih kalah dibandingkan dengan kucing siam. Dia adalah kucing lembut yang suka kedamainan namun kadang agak rewel dan suka main-main disekitar Anda.

Artikel terkait : Ciri-ciri kucing persia asli

Sejarah Kucing Persia Himalaya

Hasil penelusuran kami, kucing ini mulai eksis pada tahun 1920 hingga 1930an. Pada saat itu banyak peternak yang berusaha untuk menghasilkan tubuh kucing persia yang gagah namun dengan blasteran bulu siam yang eksotis. Pada tahun 1924 muncul secercah harapan ketika mutasi genetika yang dilakukan oleh Dr. T. Tjebbes mulai menandakan keberhasilan dalam mencampurkan gen persia dengan siam.

Baca juga : Seluk beluk kucing persia

Percobaan tidak hanya dilakukan Dr. T. Tjebbes, Dr Clyde Keeler dan Virginia Cobb dari Harvard University juga melakukan usaha agar ciri-ciri tertentu dalam hasil mutasi genetika kucing persia dan siam agar bisa diwariskan ke generasi selanjutnya. Hasil penelitian kedua orang tersebut menjadi cikal bakal spesies kucing persia himalaya yang saat ini bisa anda pelihara. Kucing himalaya sendiri pada akhirnya diakui oleh Cat Fanciers Association pada tahun 1957 seagai kucing generasi baru.

Perawatan Kucing Persia Himalaya

Mungkin bagi anda yang sudah memiliki kucing persia, anda sudah tau apa konsekuensi hehehe. Anda harus rajin untuk melakukan perawatan rutin seperti memandikan, menyisir bulu hingga membelai-belai bulunya. Oiya mungkin sangat tidak disarankan bagi pemula untuk memelihara himalaya jenis ekstrim ya karena kucing yang satu ini mudah memiliki masalah kesehatan dan rentan terhadap penyakit ginjal. Sesuai rekomendasi dari Traditional Cat Association (TCA), mending memelihara kucing persia himalaya tradisional.

Add Comment