6 Checklist Penting Saat Membeli Sapi Kurban

Membeli sapi kurban bukanlah hal yang mudah bagi sebagian orang. Bagi orang awan yang tidak tahu seluk beluk mengenai sapi akan mengalami kesulitan dalam memilih sapi untuk ibadah kurban tahun ini. Berangkat dari permasalahan tersebut kami dari tim satwapedia telah menyusun beberapa checklist yang bisa Anda gunakan untuk memilih hewan kurban, khususnya sapi.

Idul adha atau Idul kurban merupakan salah satu hari besar umat Islam setelah hari raya Idul Fitri. Pada hari raya Idul Adha tidak ada amalan yang lebih disukai oleh Allah selain menyembelih hewan. Mengenai hewan kurban itu sendiri, tidak semua hewan sah untuk dijadikan hewan kurban, adapun hewan yang sah untuk berkurban adalah unta, sapi dan kambing. Penjelasan mengenai jenis hewan untuk berkurban bisa Anda temukan pada artikel sebelumnya yang berjudul “5 Syarat Hewan Kurban yang Wajib Anda Penuhi.”

gambar sapi kurban

Gambar sapi kurban

Checklist dan Tips Membeli Sapi Kurban Untuk Idul Adha

Di Indonesia, sapi dan kambing merupakan hewan yang paling memungkinkan untuk berkurban. Hal ini karena habitat kedua hewan tersebut cocok untuk dikembangkan di Indonesia, tidak seperti unta yang mungkin sulit untuk dikembangbiakan dan mahal harganya kalau di Indonesia.

Bila dilihat dari range harga sapi kurban, tentu saja sapi lebih mahal jika dibandingkan dengan kambing. Hal inilah yang membuat kami dari satwapedia ingin memberikan tips dan beberapa checklist untuk membeli sapi agar sapi yang Anda beli sesuai dengan syarat hewan kurban. Langsung saja, berikut ini checklist yang perlu Anda siapkan:

Amati Tingkah Laku Sapi Kurban

Pertama kali yang perlu Anda lakukan ketika datang ke peternak sapi adalah amati dan amati terus tingkah laku si sapi. Ada beberapa pertanda yang bisa Anda jadikan sebagai patokan menentukan sapi yang sehat. Sapi yang sehat biasanya memiliki gerak reaktif dengan sorot mata yang tajam. Bila yang Anda temui adalah sapi yang diem aja, susah makan, cenderung menyendiri dan terkesan loyo, maka Anda perlu curiga barangkali sapi tersebut sedang sakit.

Anda juga perlu waspada jika melihat sapi yang Anda amati melakukan hal-hal yang tidak biasa dan terkesan kehilangan kesadaran. Hal ini berkaitan dengan penyakit sapi gila yang tidak memenuhi syarat sebagai sapi kurban. Anda juga bisa memperhatikan bagian hidung, apabila sapi tersebut sering mengeluarkan ingus yang berwarna kekuningan, disertai dengan batuk dan bersin maka ada indikasi sapi tersebut mengalami gangguan pernafasan / mengidap penyakit paru.

Cek Apakah Sapi Kurban Tersebut Cacat atau Tidak

Dalam artikel “5 syarat hewan kurban yang wajib Anda penuhi”, dijelaskan bahwa ada empat jenis cacat yang membuat hewan tersebut tidak diperbolehkan untuk dijadikan hewan kurban. Keempat cacat tersebut adalah buta mata sebelah yang mana butanya tersebut tampak jelas, hewan tersebut sakit dan sakitnya tampak jelas, sapi yang pincang dimana pincangnya jelas dan sapi yang kurus yang sampai sapi tersebut tidak memiliki sumsum tulang.

Apabila Anda menemui salah satu pertanda dari keempat tanda cacat tersebut maka lebih baik mencari hewan yang lain. Syarat cacat fisik ini tidak hanya berlaku untuk sapi kurban saja, namun juga untuk unta dan kambing.

Perhatikan Kondisi Mata, Hidung dan Anus Sapi

Untuk mengetahui jenis sapi yang sehat, Anda bisa memperhatikan beberapa bagian tubuh sapi diantaranya mata, hidung dan anus. Sapi yang sehat akan memiliki mata yang tidak belekan dan bersih dengan warna merah muda pada kelopak mata. Ciri sehat sapi kurban juga bisa dilihat pada bagian hidung, dimana sapi sehat akan memiliki hidung yang sedikit basah tapi tidak becek / ingusan.

Bagian anus juga bisa menandakan apakah sapi tersebut sedang bermasalah dengan pencernaannya atau tidak. Anda bisa mengecek apakah di bagian anus ada kotoran yang menempel atau tidak. Jika iya mungkin sapi tersebut lagi diare atau punya masalah pencernaan yang lain.

Perhatikan Posisi Kaki Sapi Saat Berdiri

Kaki juga merupakan bagian tubuh sapi yang bisa diamati saat ingin membeli hewan kurban. Pastikan sapi bisa berdiri tegak dengan tungkai kakinya. Kaki sapi yang sehat bisa dilihat pada kaki bagian depan yang harusnya relatif lurus. Perhatikan juga bagian kaki belakang, jangan sampai mendapati kaki yang bengkok dan membuat sapi tidak bisa berdiri dengan tegak. Apabila Anda menemui kaki sapi yang membentuk huruf X maka lebih baik jangan membeli sapi tersebut.

Tanyakan Umur Sapi Kepada Peternak dan Bandingkan Ciri Umur Sapi

Bagi orang awam yang tidak tahu secara detail mengenai umur hewan tentu akan mengalami kesulitan. Hal ini karena tidak ada akta lahir pada sapi yang menerangkan berapa sih usia sapi tersebut, untuk itu tim satwapedia akan membahasnya pada poin ini.

Pertama, coba tanyakan dulu saja berapa umur sapi tersebut pada pemiliknya baru kemudian bandingkan apakah umurnya sesuai dengan ciri umur yang dimiliki oleh sapi. Jika sesuai maka sapi tersebut memang layak untuk dibeli dan kita bisa tahu mana sapi yang memang sudah memenuhi kriteria sapi kurban. Lalu Bagaimana caranya mengetahui umur sapi?

Secara umum usia hewan bisa diperkirakan dari pengamatan kondisi gigi. Sapi yang sudah masuk kriteria sapi kurban adalah sapi yang gigi susunya sudah menjadi gigi tetap. Perbedaan gigi susu dan gigi tetap berada pada warna gigi tersebut. Gigi susu memiliki warna putih dan gigi tetap memiliki warna yang kekuningan. Jika sepasang gigi seri pada sapi sudah berganti menjadi gigi tetap maka kita bisa memperkirakan umurnya sekitar 2 tahun. Kalau pada kambing, bila sepasang gigi seri sudah berganti dari gigi susu ke gigi tetap maka perkiraan usianya sekitar 1 tahun. Cara ini biasa dilakukan oleh peternak untuk memperkirakan umur hewan dan hal ini sesuai dengan hadits yang menjelaskan “Janganlah kamu menyembelih binatang ternak untuk qurban kecuali musinnah (telah ganti gigi, kupak). Jika sukar didapati, maka boleh jadz’ah (berumur 1 tahun lebih) dari domba.” (HR Muslim).

Amati Apakah Sapi Kurban Tersebut Tergolong Sapi Gelonggongan

Dewasa ini ada beberapa oknum peternak nakal yang kurang mengerti makna kurban selain keuntungan duniawi. Hal ini berkaitan dengan sapi gelonggongan. Sapi jenis ini adalah sapi yang dipaksa untuk minum air dalam jumlah banyak agar berat sapi menjadi banyak dan harga sapi tersebut menjadi lebih mahal. Lalu bagaimana kita sebagai orang awam bisa mengamati perbedaan sapi normal dengan sapi gelonggongan?

Setelah kami pelajari mengenai hal tersebut ternyata cukup mudah. Sapi gelonggongan biasanya kalau berdiri area dibawahnya menjadi becek, ini mungkin karena intensitas kencing sapi tersebut cukup tinggi setelah diminumi air dengan kapasitas kebutuhan airnya. Sapi gelonggongan biasanya terlihat tidak energik dan seperti ada tekanan batin sehingga terlihat pucat dan tidak sehat. Jika Anda menemui pertanda tersebut sebaiknya Anda menahan diri untuk tidak membeli sapi tersebut dan mempertimbangkan sapi yang lainnya.

Menjalani keenam checklist diatas diharapkan Anda bisa mengetahui mana sapi yang masuk kriteria dan layak untuk dijadikan hewan kurban. Semoga aktivitas mencari hewan kurban menjadi lebih menyenangkan dan memberikan pengalaman baru hunting hewan dipeternakan dan melakukan checklist sendiri. Hal ini menjadi amalan yang baik dan sesuai hadits yang menjelaskan bahwa tidak ada amalan yang lebih baik yang disukai oleh Allah selain menyembelih hewan.

“Sesungguhnya hewan kurban itu kelak pada hari kiamat akan datang beserta tanduk-tanduk, bulu-bulu, dan kuku-kukunya. Sesungguhnya sebelum darah kurban itu mengalir ke tanah, pahalanya telah diterima di sisi Allah. Maka, tenangkanlah jiwa dengan berkurban,” (H.R. Tirmidzi).

Semoga ibadah kurban ini juga memberikan anda pengetahuan mengenai kesehatan hewan dan perawatannya. Setidaknya anda bisa tahu mana hewan yang sehat dan hewan yang perlu perawatan. Bagi Anda yang baru mencoba untuk memelihara hewan, baik ternak maupun pets, kami mengajak Anda untuk bergabung dengan satwapedia memberikan referensi yang bagus seputar dunia satwa atau bisa juga like fanspage kami untuk mendapatkan update terbaru di facebook Anda.

Add Comment