Cara Penggemukan Sapi : Efisien, Cepat dan Tepat Guna

Malam semuanya, pada kesempatan kali ini satwapedia mau berbagi mengenai cara penggemukan sapi. Tidak bisa dipungkiri bahwa bisnis penggemukan sapi merupakan usaha yang paling banyak digeluti peternak sapi di Indonesia. Proses yang mudah dan jangka waktu pemeliharaan menjadi faktor mengapa bisnis penggemukan banyak dilakukan. Dengan perkiraan perawatan 4 hingga 6 bulan, peternak bisa memproyeksikan keuntungan sekitar 1 hingga 1,5 juta/ekor. Tentu saja keuntungan tersebut merupakan keuntungan bersih, diluar dari modal dan biaya operasional.

Pada prinsipnya penggemukan sapi ini dilakukan oleh peternak dengan perbaikan mutu pangan agar bobot sapi naik sebelum dijual. Sapi yang sehat namun memiliki badan yang kurus biasanya menjadi prioritas penggemukan sapi. Peternak akan mencari model sapi seperti itu dengan catatan telah masuk pubertas meskipun berbadan kurus. Dipilih sapi yang sudah masuk pubertas agar biaya penggemukan tidak membengkak. Sedangkan tubuh yang kurus biasanya terjadi karena pemberian pakan yang kurang optimal, sehingga dengan perbaikan pakan berkualitas baik sapi akan memperoleh bobot badan yang lebih layak jual.

gambar cara penggemukan sapi

Cara Penggemukan Sapi yang Cepat dan Tepat Guna

Untuk memulai usaha penggemukan sapi, ada baiknya Anda pelajari terlebih dahulu persyaratan awal bagaimana sapi bisa dikategorikan sebagai sapi yang layak untuk masuk daftar penggemukan. Sebagai gambaran saja, saya mencontohkan peternak yang berasal dari Sumber Lor, Cirebon, Jawa Barat. Mereka dapat meraup keuntungan laba bersih di angka 9,6 juta hingga 10,4 juta dari pemeliharaan sapi selama 120 hari.

Sapi-sapi jenis PO, simmental dan brahman cross yang dijual mereka rata-rata berukuran 370 – 420 kg. Ukuran awalnya berapa? sebelumnya sapi tersebut berbobot 250 – 300 kg dengan harga beli sekitar 5 hingga 6 juta rupiah. Disini terlihat bagaimana pentingnya memilih bakalan sapi yang ingin digemukkan. Untuk lebih lanjut mari kita bahas cara penggemukan sapi dari nol.

Memilih Sapi Bakalan

Langkah pertama yang perlu kita tempuh saat ingin menjalankan usaha penggemukan sapi adalah memilih bakalan sapi. Ada banyak jenis sapi yang bisa dipilih, namun jika ingin mencontoh kisah sukses diatas maka Anda bisa memulai dengan sapi PO, brahman cross ataupun simmental. Adapun untuk memilih sapi, kami berikan gambaran secara umum ciri-ciri sapi yang bagus untuk digemukkan. Berikut ini ciri-ciri sapi ang bagus untuk digemukkan:

  1. Periksa gigi untuk memastikan umurnya, pastikan sudah pubertas dilihat dari gigi serinya, basanya yang bagus itu usia 2-3 tahun dengan ciri memiliki jumlah gigi seri tetap sebanyak tiga pasang.
  2. Pastikan memilih sapi yang tidak kusam, mengkilap dan berambut licin.
  3. Sapi ang sehat memiliki lendir mulut dan gusi yang berwarna merah muda.
  4. Pastikan kulit sapi bisa dilipat dan kembali ke posisi awal jika lipatan tersebut dilepas.
  5. Periksa bagian hidung, pastikan tidak basah, tidak kotor dan tidak panas.
  6. Amati nafsu makannya, apabila bergairah makan maka sapi pantas untuk dipilih.
  7. Sapi yang bagus biasanya responsig terhadap rangsangan
  8. Lihat apakah kotorannya padat dan berwarna cokelat kehijauan.

Pakan Sapi Penggemukan

Cara penggemukan sapi modern biasanya dilakukan dengan prinsip feedlot, dimana sapi akan diberikan pakan hijauan dan konsentrat dalam jumlah yang lumayan banyak di dalam kandang. Pada sistem penggemukan ini pemberian konsentrat biasanya lebih banyak dibandingkan pakan hijauan.

Untuk pemberian pakan sendiri satwapedia pernah membahas mengenai teknik penggemukan sapi dimana di artikel tersebut dijelaskan bahwa kita bisa melakukan penggemukan dengan teknik pasture fattening, dry lot fattening, teknik kombinasi, integrasi sawit-sapi atau teknik kereman yang cukup populer di kalangan peternak tradisional.

Lihat juga: 11 Gambar sapi untuk peternak pemula

Untuk mengoptimalkan penggemukan, kita dapat memberikan ransum dengan kandungan proteingdan energi yang tinggi. Ransum dengan model seperti itu dapat mempercepat pertumbuhan sapi dan pembentukan otot sapi. Pakan hijau sendiri diberikan tiga kali dalam sehari dengan porsi 10 – 12 % bobot sapi. Sebaiknya menggunakan pakan hijauan yang telah dilayukan karena pakan hijauan yang segar kadang mengandung telur parasit dan sering membuat sapi kembung akibat kandungan air yang tinggi.

Untuk konsentrat, cukup diberikan sekitar 1 – 2 % dari bobot sapi. Adapun contoh konsentrat yang kaya akan kandungan sumber protein antara lain:

  • Ampas tahu.
  • Bungkil kapas.
  • Bungkil kedelai.

Selain itu, cara penggemukan sapi juga perlu memperhatikan ketersediaan air minum bagi sapi. Pastikan pakan dan pakan selalu ada secara terus menerus didalam kandang. Kebutuhan air untuk masa penggemukan sapi berkisar antara 20 hingga 40 liter/ekor/hari. Itulah mengapa didalam kandang sapi selalu tersedia tandon air disamping tempat pakannya. Pakan tambahan yang mungkin dapat ditambahkan untuk sapi antara lain suplemen dan vitamin untuk perangsang nafsu makan bagi sapi yang suka bandel tidak mau makan.


Demikian sedikit sharing mengenai cara penggemukan sapi. Dengan ketelatenan dan kesabaran dalam merawat sapi, semoga usaha penggemukan sapi Anda tambah maju dan sukses. Semoga juga cita-cita bangsa Indonesia untuk berswadaya daging sapi segera terwujud. Owh ya, kami juga mengajak Anda untuk bergabung ke fanspage satwapedia untuk saling bertemu dengan komunitas pecinta satwa di Indonesia. Semoga dengan wadah semacam ini dapat meningkatkan persaudaraan antar kita semua. Sekian dan terimakasih.

 

Add Comment