18 Penyebab Bulu Kucing Rontok Dan Cara Mengatasinya

Bulu kucing rontok atau dalam medis disebut dengan istilah alopecia adalah salah satu penyakit kucing yang paling sering dijumpai. Gangguan penyakit ini akan sedikit banyak mempengaruhi penampilan dan kesehatan kucing kita. Jika kita tidak segera menanganinya, ditakutkan dapat membahayakan nyawa kucing kita seperti halnya scabies pada kucing.

Ada banyak faktor penyebab kucing kehilangan bulunya karena rontok. Ada yang dianggap sebagai penyebab normal, namun ada juga yang mengindikasikan penyakit serius. Bulu kucing adalah bagian penting dalam organ tubuh kucing karena dapat mengatur suhu tubuh kucing yang menyesuaikan dengan lingkungan sekitar.

bulu kucing rontok

bulu kucing rontok

Penyebab Bulu Kucing Rontok

Sebagian besar penyakit rontok bulu menyerang kucing yang memiliki bulu tingkat menengah hingga lebat, namun ada juga kucing tanpa bulu yang beresiko mengalami gangguan ini. Sebagian besar kondisi yang menyebabkan bulu kucing rontok ada dalam pembahasan dibawah ini meskipun ada beberapa yang mungkin jarang terjadi karena faktor wilayah geografis tertentu. Adapun penyebab bulu kucing rontok yaitu:

Alopecia Areata

Alopecia areata adalah kondisi dimana terjadi gangguan autoimmune pada kucing. Gejalanya biasanya berupa rambut rontok yang menghasilkan kebotakan pada bagian kepala, leher dan badan. Meskipun kebotakan tersebut terjadi, namun kucingnya sendiri tidak mengalami gatal-gatal.

Alergi dan Iritasi Kontak Dermatitis

Alergi merupakan salah satu penyebab bulu kucing rontok yang paling umum terjadi. Reaksi alergi tersebut terjadi setelah kulit kucing terpapar oleh antibiotik yang dioleskan ke kulit atau karena bahan-bahan yang membuat iritasi pada kulit kucing. Kondisi seperti ini membuat kucing membutuhkan banyak eksposur cahaya.

Gejala umum pada alergi ini biasanya berupa kulit merah dan adanya benjolan-benjolat kulit yang mungkin disertai dengan lecet-lecet pada permukaan kulit. Bulu yang rontok pada kasus ini menyebabkan gatal-gatal pada kucing dan kondisi kerontokannya sangat kronis.

Atopi

Penyakit kulit pada kucing yang disebabkan oleh reaksi alergi terhadap apa yang dihirup oleh kucing. Biasanya benda yang menyebabkan alergi kucing ketika dihirup adalah tungau, debu rumah, jamur dan serbuk sari. Gejala yang sering muncul adalah gatal-gatal, kemerahan pada bulu yang rontok, telinga meradang dan mempengaruhi perilaku kucing sehingga sering menjilati kakinya.

Infeksi Bakteri (Pyoderma)

Penyebab rontoknya bulu kucing yang juga umum terjadi adalah adanya infeksi bakteri / pyoderma. Biasanya infeksi bakteri ini juga mengakibatkan kondisi lain seperti terpapar parasit, mengalami alergi dan gangguan hormonal. Kita perlu segera membawa kucing kita ke dokter untuk penanganan lebih lanjut.

Kemoterapi

Kemoterapi adalah penyebab bulu kucing rontok yang normal dan membutuhkan banyak kepedulian pemilik kucing. Setiap kucing yang di kemo pasti akan kehilangan bulunya atau setidaknya bulu tersebut menjadi sangat tipis. Untuk membuat kucing tetap hangat, usahakan untuk selalu menempatkannya ditempat yang tidak terlalu panas dan lembab.

Kudis Cheyletiella / Tungau Kelinci

Tungau cheyletiella adalah tungau yang sering berada di bulu kelinci. Banyak sekali kelinci yang menderita karena tungau ini. Sayangnya tungau ini juga dapat menyerang kucing yang menyebabkan infeksi sehingga membuat bulu kucing rontok. Gejalanya berupa gatal-gatal, jika infeksinya parah bisa membuat rambut kucing menjadi rontok.

Hipotrikosis Bawaan

Adalah kondisi dimana kucing mengalami kerontokan karena faktor bawaan dari lahir. Gejalanya dapat terlihat sejak kucing masih kecil. Anak kucing lahir dengan kondisi bulu yang sangat jarang atau bisa dibilang kucing tanpa bulu. Ketika bulunya mulai tumbuh, mereka akan kehilangan bulunya lagi ketika usia menginjak 4 bulan.

Penyakit Cushing (Hyperadrenocorticism)

Bulu kucing rontok yang disebabkan oleh peningkatan kortikosteroid dalam tubuh kucing. Peningkatan ini bisa terjadi karena efek samping dosis tinggi terhadap terapi yang menggunakan kortikosteroid atau bisa juga karena produksi kortikosteroid yang tinggi dalam tubuh kucing.  Gejala yang sering muncul pada penyakit cushing adalah mudah memar, penipisan kulit, hiperpigmentasi, rambut rontok, dan nampak lesu secara fisiknya.

Kudis Demodectic

Kucing juga dalam mengalami kerontokan bulu yang diakibatkan oleh serangan kudis demodectic. Kudis ini bisa menyebabkan infeksi pada kulit kucing. Biasanya kudis demodectic ini menyerang kucing yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang rendah. Gejala yang sering muncul karena serangan kudis ini adalah rambut rontok, kemerahan dan gatal-gatal.

Reaksi Obat dan Suntikan

Rontoknya bulu kucing juga dapat terjadi akibat reaksi kulit terhadap obat-obatan, baik yang diberikan melalui mulut maupun berbentuk saleb yang dioleskan. Bulu kucing mulai rontok biasanya setelah penggunaan obat selang 2 mingguan.

Gejala bulu kucing rontoknya bisa bermacam-macam seperti gatal, kemerahan pada permukaan kulit, adanya borok, membengkak dan pengeringan luka. Gejala ini umum terjadi ketika menggunakan obat seperti penisilin, sulfonamida dan sefalosporin.

Erythema Multiforme

Masalah kerontokan bulu kucing yang disebabkan adanya reaksi hipersensitivitas terhadap infeksi atau obat. Gangguan jenis ini juga bisa terjadi karena adanya kanker atau penyakit lain yang saling berkaitan. Biasanya kucing yang mengalami gangguan ini akan memiliki tanda-tanda seperti lesi pada mulut, telinga, selangkangan dan aksila. Gejala lain yang mungkin muncul adalah depresi dan demam.

Facial (Preauricular) Alopecia

Merupakan kerontokan bulu kucing yang berada dibagian atas mata. Hal ini merupakan kondisi normal dimana kucing akan kehilangan kerapatan rambut antara mata dan telinga. Kondisi semacam ini sebaiknya diketahui oleh pemiliki kucing yang memiliki rambut pendek dan gelap. Hal ini karena hampir sebagian besar kucing berambut gelap dan pendek mengalami kerontokan rambut saat berumur 14 hingga 20 bulan.

Folikulitis

Bulu kucing rontok juga dapat disebabkan oleh adanya infeksi folikel rambut. Gangguan semacam ini biasanya terjadi pada bagian wajah, leher dan kepala kucing. Infeksi folikel rambut ini disebabkan oleh pustula yang berkembang dan terbuka membentuk kerak. Ini bisa menyebabkan kucing gatal-gatal dan mengalami kerontokan.

Alergi Makanan

Makanan juga dapat menyebabkan kucing mengalami kerontokan rambut. Reaksi alergi terhadap makanan ini bisa sangat bervariasi, bisa karena tidak cocok atau karena ada zat tertentu yang dikandung dalam makanan tersebut sehingga menyebabkan alergi. Gelaja yang ditimbulkan meliputi kebiasaan kucing yang menjilati kaki, terjadi infeksi pada kulit kucing yang bisa dilihat dari bintik merah atau kondisi telinga yang meradang.

Bulu Kucing Rontok Saat Hamil dan Menyusui

Kucing mengalami bulu rontok juga bisa terjadi selama kucing hamil atau menyusui. Situasi tersebut sangat sering terjadi bagi pemilik kucing hamil. Gejalanya adalah kerontokan rambut yang mendadak dan meluas saat kucing sedang hamil dan menyusui.

Dermatitis Psikogenik (Neurogenik)

Masalah psikologis juga mungkin dapat menyebabkan kerontokan bulu kucing. Masalah kecemasan, stres dan kebosanan menjadi penyebab paling umum. Jagalah psikologis kucing dirumah, beberapa kucing mungkin akan stres ketika ada anggota keluarga baru yang jahil terhadap dirinya.

Kurap (Ringworm)

Bulu kucing rontok yang disebabkan oleh adanya infeksi terhadap beberapa jenis jamur juga sering ditemui. Gejala infeksinya meliputi permukaan kulit yang berkerak, gatal-gatal, dan rambut rontok. Jika tidak segera diatasi, kurap ini bisa menyebar keberbagai permukaan kulit dan memperluas kerontokan rambut.

Baca juga: Gejala, Penyebab dan Obat Jamur Pada Kucing

Dermatosis Matahari (Sengatan Matahari)

Bagi pemilik kucing yang bertelinga putih, sebaiknya hati-hati jika membawa kucingnya dalam kondisi terpapar sinar matahari langsung. Jenis kucing bertelinga putih ini sangat rentan terhadap paparan sinar matahari sehingga bisa menimbulkan reaksi kulit yang menyebabkan kerontokan rambut.

Cara Mengatasi Bulu Kucing Rontok Sesuai Diagnosis

Kita tidak boleh sembarangan dalam mengatasi bulu kucing yang rontok. Sebaiknya perlu pendamping orang yang lebih berpengalaman khususnya bagi pemula yang sedang memilihara kucing. Hal ini untuk menghindari kerontokan semakin parah dan fungsi bulu kucing menjadi tidak maksimal. Untuk memudahkan mengatasi bulu kucing yang rontok, Satwapedia membuatkan tabel penanganan bulu kucing rontok sesuai kondisi dan diagnosisnya.

KondisiDiagnostikPengobatan
Alopecia AreataPemeriksaan mikroskopik pada rambut; biopsiBiasanya sembuh secara spontan
Alergi dan Iritasi Kontak DermatitisPengujian medisBatasi paparan alergen atau iritasi kontak di lingkungan kucing; Steroid, antihistamin
AtopiTes intradermal atau serologis (darah) untuk alergiKurangi paparan alergen (apa yang kucing alergi), steroid, suplemen asam lemak omega 3, antihistamin, shampo, imunoterapi.
Infeksi Bakteri (Pyoderma)Pengujian medisPengobatan medis
KemoterapiPengecekan riwayat kesehatanTidak ada, rambut akan tumbuh kembali setelah kemoterapi dihentikan; Dapat tumbuh kembali dengan warna atau tekstur yang berbeda
Kudis Cheyletiella / Tungau KelinciPemeriksaan dan mikroskopis kulit - tungau seringkali sangat sulit ditemukanPyrethrin
Hipotrikosis BawaanPengujian fisik, biopsiTidak ada
Penyakit Cushing (Hyperadrenocorticism)Tes fungsi kelenjar adrenal, urinalisis, panel kimia, CBCJika karena tumor kelenjar, selegiline, o, p-DDD (Mitotane), atau operasi pengangkatan tumor; Jika karena dosis steroid tinggi, cabut penggunaan steroid perlahan
Kudis DemodecticPemeriksaan kulit dan mikroskopikHentikan penggunaan steroids!

Rotenone, encer Amitraz (Mitaban) dips, belerang belerang, ivermectin (penggunaan off-label *)
Reaksi Obat dan SuntikanPenelusuran sejarah diobati dengan obat, gejala, biopsiHentikan penggunaan obat dan suntikan tertentu
Erythema Multiformemempelajari riwayat kesehatan kucing, tanda klinis, menyingkirkan penyakit lain yang menyebabkan tanda-tanda serupa; Biopsi kulitMengobati atau menghilangkan penyebab yang mendasarinya
Facial (Preauricular) AlopeciaTidak ada diagnostik yang diperlukan kecuali tanda-tanda penyakit kulit hadir seperti kemerahan atau penskalaanTidak ada karena proses normal
FolikulitisPemeriksaan kulit; biopsi; Cari kondisi yang mendasari seperti alergi atau FIVAntibiotik, biasanya selama 3-4 minggu; Perlakukan kondisi yang mendasarinya
Alergi MakananMenghentikan ujicoba pemberian makananMengganti makanan yang sesuai
Bulu Kucing Rontok Saat Hamil dan MenyusuiCek riwayat kesehatan kucing dan tanda klinisPerlakukan kondisi yang mendasarinya; Rambut akan tumbuh kembali
Dermatitis Psikogenik (Neurogenik)Pelajari riwayat kesehatan kucingMeringankan penyebab yang mendasari misalnya, kecemasan; Membatasi menjilat; Pengobatan modifikasi perilaku mungkin diperlukan
Kurap (Ringworm)Pelajari kondisi lingkunganMiconazole, belerang kapur; Griseofulvin oral atau itrakonazol
Dermatosis Matahari (Sengatan Matahari)Pemeriksaan fisik, biopsi kulitHarus menghindari paparan sinar matahari lebih lanjut, terutama jam 9 pagi - 3 sore; Tabir surya, steroid

Demikian sharing kita hari ini, somoga bermanfaat bagi seluruh pembaca. Jika ada saran dan kritikan bisa langsung disampaikan di fanspage satwapedia. Semoga artikel mengenai bulu kucing rontok ini bermanfaat.

Add Comment