Apa Bahaya Bulu Kucing (Bagi Anak dan Ibu Hamil)

Sebagai pecinta kucing kita harus tahu betul apa bahaya bulu kucing yang kita pelihara. Ada beberapa orang yang alergi terhadap kucing sehingga kita perlu hati-hati untuk sebisa mungkin memberikan jarak pada keluarga yang sangat sensitif terhadap bulu kucing atau yang berkaitan dengan kucing.

Orang yang memiliki alergi terhadap kucing dapat mengalami gatal-gatal pada bagian tubuh hingga muncul bintik-bintik merah apabila menyentuh kucing atau menghirup bulu kucing. Gejala yang biasa ditimbulkan karena alergi bulu kucing ini diantaranya pilek persisten/hidung tersumbat, mata merah yang berair dan kalau sudah sampai pada tahap kronis akan memicu asma yang tidak stabil.

bahaya bulu kucing

Penyebab Bahaya Bulu Kucing yang Sering Muncul

Seseorang yang memiliki alergi terhadap kucing memiliki sistem kekebalan tubuh yang memperlakukan bulu kucing sebagai zat berbahaya. Sistem kekebalan tubuh tersebut akan sangat peka terhadap kontak pertama dengan bulu kucing dan kemudian membentuk antibodi untuk melawan alergen bulu kucing.

Pada eksposur berulang, tubuh akan membentuk antibodi dan bahan kimia yang lebih banyak sehingga memicu reaksi alergi sebagai tanda bahaya bulu kucing. Kucing adalah salah satu hewan peliharaan yang paling umum yang menyebabkan alergi selain anjing.

Apa Bahaya Bulu Kucing Bagi Anak Kecil dan Ibu Hamil?

15 hingga 30 persen alergi anak-anak disebabkan oleh bulu kucing yang terkontaminasi oleh virus dan bakteri. Jika Anda memiliki anak atau istri yang menyukai kucing, maka Anda perlu memperhatikan kebersihan bulu kucing dan pastikan menjaga jarak untuk salah satu anggota keluarga yang diketahui memiliki alergi terhadap bulu kucing. Berikut ini beberapa penyakit yang diakibatkan oleh bulu kucing:

Penyakit Kurap (ringworm)

Bulu kucing yang tidak bersih akan membuat jamur tumbuh subur disana. Penyakit kurap merupakan jenis infeksi jamur yang bisa disebabkan oleh bahaya bulu kucing. Seseorang bisa tertular penyakit ini jika membelai bulu kucing yang terinfeksi jamur.

Penyakit Karena Bakteri Bartonella Henselae

Bakteti Bartonella Henselae bisa ditularkan dari kucing ke manusia melalui cakaran, gigitan maupun melalui bulu kucing, sehinga banyak yang menyebutnya dengan istilah cat scratch disease. Bulu kucing yang tidak bersih dapat menyebabkan bakteri ini tubuh dan menular ketika seseorang mengelus bulu kucing mereka.

Penyakit ini ditandai dengan adanya benjolan kecil yang sembuhnya lama, bisa sampai 10 hari. Benjolan tersebut disertai dengan beberapa tanda-tanda seperti demam, mual-mual, lelah, nyeri pada kelejar getah bening dan peradangan. Penyakit ini akan menjadi parah jika seseorang memiliki sistem kekebalan tubuh yang rendah.

Toksoplasmosis

Toksoplasmosis atau yang disebut dengan virus tokso sering menjadi salah satu bahaya bulu kucing bagi anak dan ibu hamil. Penyakit ini disebabkan dengan adanya parasit toxoplasma gondii yang tumbuh pada feses kucing yang mengalami gangguan parasit.

Lalu bagaimana bakteri dalam feses bisa menyebar melalui bulu kucing? Pernah lihat kucing membersihkan dirinya menggunakan lidah atau menggesek-gesekan tubuhnya? itulah yang membuat bakteri ini bisa berada pada bulu kucing yang tidak kita sadari. Kita yang tidak 100% memperhatikan setiap gerak-gerik yang dilakukan oleh kucing akan mengelus bulu kucing yang terkontaminasi parasit tersebut dan kita akan mengalami penyakit tokso.

Reaksi Alergi

Reaksi alergi biasanya ditandai dengan adannya bintik-bintik merah yang gatal. Bintik-bintik tersebut disertai dengan gejala lain seperti mual dan peradangan. Anak yang memiliki alergi bulu kucing akan membentuk sistem kekebalan yang berlebihan terhadap bulu kucing. Itulah mengapa bintik-bintik terjadi.

Asma

Bahaya bulu kucing dapat menyebabkan anak atau ibu hamil memiliki asma. Resiko memiliki asma bisa 20 hingga 30 persen. Bulu kucing juga menjadi penyebab asma kronis, sehingga sebagai pecinta kucing kita harus memperhatikan kucing kita jangan sampai merugikan salah satu anggota keluarga kita.

Mencegah Bahaya Bulu Kucing Di Rumah

Cara mencegah bahaya bulu kucing adalah menghindarkan paparan langsung dan waktu yang lama bagi orang yang memiliki alergi dengan kucing. Kita juga perlu menjada kebersiahan rumah dan memasang filter udara.

Selalu menggunakan masker saat membersihkan kotoran kucing dari bulunya dan menjaga kondisi bulu kucing bisa dilakukan setidaknya 2 kali seminggu sesuai kebutuhan. Memelihara kucing adalah hobi kita, meskipun begitu kita tidak boleh sembarangan dan merugikan orang lain disekitar kita. Cinta terhadap kucing berarti kita juga terhadap keluarga kita.

Add Comment