8 Jenis Sapi Perah : Panduan Beternak Sapi Perah

Mengetahui jenis sapi perah merupakan langkah awal untuk memulai usaha ternak sapi perah. Usaha sapi perah yang dimulai dengan pemilihan bibit unggul sejak awal usaha akan memudahkan peternak dalam urusan kedepannya. Hal ini berkaitan dengan faktor genetik yang dimiliki sapi tersebut. Bisa sapi yang digunakan sudah salah sejak awal, maka usaha bisnis sapi perah ini akan sulit berkembang.

Pada pembahasan di artikel yang berbeda yang membahas sapi perah secara umum dikatakan bahwa sapi perah yang memiliki gen yang kurang bagus sifatnya akan baka, yaitu menurunkan pada keturunannya. Pembahasan tersebut menarik untuk dibahas namun akan saya pisah di artikel berbeda karena fokus dari artikel ini adalah untuk membahas beberapa jenis sapi yang khusus untuk bisnis perah susu.

Pengelompokan Jenis Sapi Perah

Secara umum kelompok sapi perah Hanya dibedakan berdasarkan kemampuan hidup sapi tersebut dalam suatu wilayah yang dibedakan berdasarkan iklim. Kedua kelompok sapi tersebut nantinya dibedakan sebagai sapi sub-tropis dan sapi tropis. Perbedaannya didasari ketahanan dan adaptasi sapi tersebut terhadap cuaca dan lingkungan sekitar.

Jenis Sapi Perah Sub-Tropis

Mungkin sambil mengingat pelajaran geografi ya, saya sendiri jujur kadang suka lupa mengenai perbedaan sub-tropis dan tropis. Dari informasi yang saya kutip dari wikipedia menyatakan bahwa negara dengan iklim sub tropis adalah negara yang memiliki 4 musim, yaitu musim semi, musim panas, musim dingin dan musim gugur.

Indonesia bukan merupakan negara sub-tropis, sehingga sapi lokal tidak termasuk dalam ketegori jenis sapi perah sub-tropis. Lagipula tidak ada sapi perah asli yang berasal dari Indonesia, adanya hanyalah hasil perkawinan silang. Nanti akan kita bahas dibagian selanjutnya.

Kembali ke topik mengenai sapi sub-tropis. Beberapa jenis sapi yang termasuk kedalam kelompok sub-tropis antara lain Friesian Hollan, Yersey, Guernsey, Asyhire dan Brown Swiss. Masing-masing akan kita bahas lebih jelas dibawah ini.

Sapi Friesian Holstein

gambar sapi perah Friesian Holstein

Asal : Belanda

Ciri fisik :

  • Memiliki warna belang hitam putih
  • Terdapat warna putih berbentuk segitiga pada dahinya
  • Kaki, ekor, dada dan perut bagian bawah berwarna putih
  • Memiliki tanduk kecil yang pendek dan bentuknya menjurus ke depan

Sifat-sifat:

  • Memiliki sifat yang tenang, jinak sehingga mudah untuk dipelihara
  • Meskipun tergolong mudah beradaptasi dengan lingkungan, sapi tidak tahan terhadap suhu yang panas
  • Memiliki tahapan pertumbuhan menjadi dewasa termasuk lambat

Produksi susu: 4500 – 5500 liter per satu masa laktasi

Berat badan sapi : Jantan dapat mencapai 1000 kg, betina: 650 kg.

Sapi Friesian Holland (disingkat FH) merupakan sapi yang didatangkan oleh bangsa Belanda dimasa penjajahan. Bangsa Belanda merasa memiliki kepentingan untuk mendatangkan sapi ini ke Indonesia untuk memenuhi kebutuhan minum sapi oleh bangsa Belanda saat itu karena di Indonesia tidak terdapat Jenis sapi perah.

Baca Juga: 5 Teknik Penggemukan Sapi

Oleh karena itu tidak heran jika populasi sapi perah Friesian Holland ini cukup tinggi perseberannya di Indonesia. Bisa dibilang persebaran sapi FH ini paling tinggi sehingga para peternak lokal melakukan perkawinan silang dengan sapi lokal Ongole yang menghasilkan sapi Grati. Jenis sapi perah FH memiliki nama lain yaitu Friesian Holstein. Penyebutan Holstein ini banyak dilakukan oleh peternak yang berasal dari Amerika Serikat.

Sapi Yersey

gambar sapi perah yersey

Asal : Pulau Yersey, Inggris Selatan

Ciri fisik :

  • Memiliki warna yang tidak seragam dan banyak variasi kombinasi warna. Ada yang memiliki kombinasi warna kelabu dan putih, warna coklat muda, coklat kekuningan, coklat kemerahan, merah gelap dan ada juga yang kombinasi dengan warna putih.
  • Warna sapi jantan biasanya lebih gelap dibandingkan dengan sapi betina.
  • Mulut berwarna hitam dengan dikelilingin warna yang lebih muda.
  • Memiliki tanduk yang berukuran sedang namun lebih panjang dibandingkan tanduk sapi FH; tanduknya menjurus keatas.

Sifat-sifat:

Sapi Yersey adalah jenis sapi perah yang sanga mudah gugup dan panik ketika mereka merasa terganggu. Hal ini membuat sifat ini kurang tenang terhadap perubahan dalam lingkungan sekitarnya. Perilaku peternak juga akan mempengaruhi bagaimana sapi ini akan bersikap. Jika peternak memperlakukannya dengan lembut maka sapi akan nurut dan patuh, sebaliknya jika sapi diperlakukan dengan kasar maka sapi akan lebih sering memberontak dan sulit untuk diatur.

Produksi susu : 2500 liter per satu masa laktasi.

Berat badan sapi : Sapi jantan memiliki berat sekitar 625 kg, sedangkan betinanya 425 kg.

Sapi Yersey adalah jenis sapi perah yag memiliki bentuk tubuh yang kecil, namun sapi ini bisa dikatakan Jenis sapi yang ideal dengan produksi air susunya dibandingkan dengan sapi perah lainnya. Perlu diingat bahwa memilihara sapi Yersey membutuhkan kesabaran tingkat tinggi karena sifat sapinya yang mudah panik.

Sapi Guernsey

gambar sapi perah Guernsey

Asal : Guernsey, Inggris Selatan

Ciri fisik:

  • Memiliki warna kuning tua dengan perpaduan warna belang hitam putih.
  • Warna putih biasanya terdapat pada bagian muka dan sisi perut
  • Memiliki kaki yang berwarna putih juga.
  • Tanduknya berukuran sedang, menjurus keatas dan agak condong ke depan.

Sifat-sifat:

  • Bila dibandingkan dengan sapi Yersey, sapi Guernsey ini cenderung lebih tenang, namun ketenangan tersebut masih kalah jika dibandingkan dengan jenis sapi perah FH.
  • Pertumbuhan menjadi dewasa sangat cepat, tetapi lebih masih lambat dibandingkan dengan sapi Yersey

Produksi susu : 2750 liter per masa laktasi

Berat badan : jantan mencapai 700kg; betina 475 kg.

Bila dibandingkan denga sapi Yersey, sapi ini sebenrnya hampir mirip bentuk perawakan tubuhnya. Bedanya sapi ini memiliki tubuh yang lebih kuat dan lebih besar dibandingkan dengan sapi Yersey. Jika dibandinkan dengan sapi FH masih lebih kecil bentuk tubuhnya.

Sapi Ayrshire

gambar sapi perah Ayrshire

Asal : Scotlandia Selatan

Ciri fisik :

  • Memiliki warna belang merah atau belang coklat dengan putih
  • Memiliki tanduk yang agak panjang, bentuk tanduknya menjurus keatas dan agak lurus dengan kepala

Sifat-sifat:

  • Sifat sapinya agak tenang
  • Proses pendewasaannya hampir sama dengan jenis sapi Guernsey
  • Rajin merumput di Padang rumput yang pertumbuhannya jelek.

Produksi susu : 3500 liter per masa laktasi

Berat badan : Jantan 725 kg; betina 550 kg.

Sapi ini tergolong sapi yang lumayan besar. Lebih besar jika dibandingkan dengan sapi yersey maupun sapi guernsey. Sayangnya ukuran tubuh sapi Ayrshire ini masih kalah besar jika dibandingkan dengan sapi perah FH. Selain itu sifatnya yang tenang juga tidak membuat para peternak kewalahan dalam menanganinya.

Sapi Brown Swiss

gambar sapi perah Brown Swiss

Asal : Switzerland

Ciri fisik :

  • Warna sapi Brown Swiss pada dasarnya adalah warna coklat, namun dia memiliki variasi warna yang lebih muda, ringan hingga gelap. Ada juga variasi warna coklat muda-keabuan, kombinasi warna coklat hitam yang mirip seperti warna tikus.
  • Kaki dan hidungnya berwarna hitam.
  • Bagian mulut, warnanya lebih muda.
  • Ukuran badan dan tulang belakangnya besar mendekati sapi FH

Sifat-sifat:

  • Sifatnya jinak dan mudah dipelihara
  • Produksi air susu sapi perahnya cukup baik, bisa dikatakan nomor dua sesudah sapi perah Fh

Berat badan : Sapi jantan mencapai 970 kg dengan betinanya mencapai 630 kg.

Meskipun termasuk dala jenis sapi perah sub-tropis, sapi brown swiss ini juga dikenal sebagai sapi yang produksi dagingnya baik. Hal ini kemampuan pertumbuhan yang dimilikinya cukup baik juga. Sapi ini juga memiliki tulang-tulang dan kepala yang berukuran besar seperti sapi perah FH.

Jenis Sapi Perah Tropis

Setelah membahas sapi Perah sub-tropis, saatnya kita beralih kedaerah tropis macam Indonesia dan India. Daerah dengan iklim tropis adalah daerah yang memiliki dua musim, yaitu musim kemarau dan musim penghujan layaknya di Indonesia.

Pada mulanya sapi di daerah tropis dimanfaatkan tenaganya untuk ternak kerja dan beberapa keperluan upacara adat. Hingga pada suatu masa sapi-sapi tersebut akhirnya diperah air susunya untuk memenuhi kebutuhan manusia. Sapi daerah tropis ini sering disebut zebu. Jenis zebu yang biasa dijadikan sebagai sapi perah adalah sapi Red Sindhi, Sahiwal dan PFH.

Sapi Red Sindhi

gambar jenis sapi perah Red Sindhi

Asal : India, didaerah yag sangat panas dan kering, yang suhunya berkisar antara 50 – 70 derajat Fahrenheit

Ciri fisik:

  • Memiliki tubuh yang kuat, kokoh dan berat.
  • Memiliki kaki pendek
  • Warna merah coklat
  • Berbulu lembut
  • Ukuran ambing besar

Sifat-sifat sapi: termasuk sapi yang lambat dewasa, yakni sekitar 25 bulan

Produksi susu : 2000 liter per masa laktasi

Berat badan : Jantan 500 kg, sapi betina 350 kg

Sapi Sahiwal

gambar sapi perah sahiwal

Asal : India

Ciri fisik:

  • Memiliki tubuh yang besar, ukuran badannya lebih besar dibandingankan Red Sindhi.
  • Berwarna coklat kemerahan
  • Memili bulu halus
  • Memiliki ambing besar yang bergantung

Sifat sapi : Proses kedewasaannya lebih cepat yakni 20-25 bulan, lebih cepat daripada Red Sindhi

Produksi susu : 2500 – 3000 liter per masa laktasi

Sapi Peranakan Fries Holland (SPFH)

gambar sapi perah grati

Asal sapi :

Sapi ini adalah hasil persilangan antara sapi asli Indonesia yakni antara sapi jawa atau madura dengan sapi FH. Hasil persilangan tersebut kini populer dengan sebutan sapi Grati. Sapi SPFH ini banyak diternakkan di Jawa Timur terutama di daerah Grati.

Ciri fisik :

  • Secara penampilan sapi ini menyerupai jenis sapi perah FH
  • Produksi air susunya relatif lebih rendah daripada sapi perah FH
  • Bentuk badannya juga lebih kecil dibandingkan sapi FH.

Produksi susu : 2500 – 3000 liter per masa laktasi

Sapi peranakan ini dikembangkan untuk dapat menciptakan semacam sapi FH namun dapat diberikan pakan layaknya sapi ongole, sapi jawa dan madura. Hal ini untuk menghemat biaya perawatan dan pengembangan selama masa laktasi sapi tersebut.

Kedelapan jenis sapi perah tersebut tentu saja memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Yang pastinya dengan kesabaran dan keuletan kita mudah-mudahan usaha sapi perah lebih menjanjikan dan dapat menghasilkan produksi susu yang bagus sehingga mampu memenuhi kebutuhan susu nasional tanpa perlu import dari negara lain lagi.

Add Comment